Latest Posts

Bacaan Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh

Bacaan Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh. Sebenarnya untuk bacaan Niat Puasa saya yakin sahabat sudah pada tahu dan hapal.Namun tidak ada salahnya saya tuliskan lagi karena mungkin masih ada yang belum tahu atau masih lupa. hehe...

Sebelum ke do'a-nya kita bahas sedikit mengenai niat puasa ini. Bahwa niat berpuasa pada malam hari adalah wajib, karena niat termasuk rukun puasa. Dan tempatnya niat itu didalam hati. Maka tidak sah niat yang sebatas diucapkan dilisan sementara hatinya kosong.

Niat juga tidak diharuskan dengan bahasa arab, dengan bahasa sehari-hari kita juga sudah sah. Niat puasa harusnya harus dilakukan pada tiap-tiap malam di bulan ramadhan. Dasar hukumnya Hadits Nabi SAW :

ﻗﺎﻞ ﺭﺴﻮﻞ ﺍﻟﻟﻪ ﺼﻟﻰ ﺍﻟﻟﻪ ﻋﻟﻴﻪ ﻮﺴﻟﻢ : ﻤﻦ ﻟﻡ ﻴﺑﻴﺕ ﺍﻟﺼﻴﺎﻢ ﻗﺑﻞﺍﻟﻔﺠﺮ ﻔﻼ ﺼﻴﺎﻢ ﻟﻪ . ﺮﻭﺍﻩﺍﻟﺨﻤﺴﺔ

“Barang siapa yang tidak niat pada malam itu sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya”. (H.R. Imam yang lima).

Untuk menjaga dari kemungkinan kita lupa berniat puasa,biasanya Imam bersama sama jama'ahnya membaca niat puasa ini setelah tarawih, namun lebih afdhalnya setelah sahur menjelang fajar.

Adapun bacaan Niat puasa adalah sebagai berikut :

نَوَيتُ صَومَ غَدِِ عَن أَدَاءِ فَرضِ شَهرِ رَمَضَانَ هَذِهِ سَنَةِ لِلَّهِ تَعَالَى

NAWAITU SHAUMA GHADIN 'AN ADAI FARDHI SYAHRI RAMADHANA HADZIHI SANATI LILLAHI TA'ALA

Artinya:
  • "Niat Saya berpuasa esok hari untuk menunaikan fardhu di bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta”ala”
  • "Niat ingsun puoso ing dina ngesuk saking anekani ferdhune wulan Romadhon taun iki,kerono Alloh Ta'ala (bahasa jawa)
  • "Niat abdi puasa Poe isuk bulan rommdhon taun iyeu fardhu karana Alloh Ta'ala(basa sunda)
  • I'm fasting tomorrow's intention to perform the fard in the month of Ramadan this year, because Allah Ta'ala (bahasa inggris)
Adapun Niat sebulan penuh ini adalah untuk menjaga kemungkinan kita tidak berniat pada tiap tiap malamnya. Adapun pendapat yang membolehkan niat di malam awal ramadhan adalah pendapat Iman Ahmad Bin hanbal, seperti keterangan dalam kitab subulussalam II halaman 153 :

ﻗﺎﻞ ﺭﺴﻮﻞ ﺍﻟﻟﻪ ﺼﻟﻰ ﺍﻟﻟﻪ ﻋﻟﻴﻪ ﻮﺴﻟﻢ : ﻤﻦ ﻟﻡ ﻴﺑﻴﺕ ﺍﻟﺼﻴﺎﻢ ﻗﺑﻞﺍﻟﻔﺠﺮ ﻔﻼ ﺼﻴﺎﻢ ﻟﻪ . ﺮﻭﺍﻩﺍﻟﺨﻤﺴﺔ

ﻭﻟﻪ (ﺃﻱ ﻷﺤﻤﺪ) ﻗﻭﻞ ﺍﻨﻪ ﺇﺫﺍ ﻨﻭﻯ ﻤﻦ ﺃﻭﻝ ﺍﻟﺷﻬﺮ ﺘﺠﺰﺌﻪ ﻭﻘﻭﻯ ﻫﺫﺍ ﺍﻟﻗﻭﻞ ﺍﺑﻦ ﻋﻗﻴﻝ ﺑﺄﻨﻪ ﺼﻠﻰ ﺍﻠﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺴﻟﻡ ﻗﺎﻞ : ﻟﻜﻝ ﺍﻤﺮﺉ ﻤﺎ ﻧﻭﻰ ﻮﻫﺬﺍ ﻗﺪ ﻧﻮﻯ ﺠﻤﻴﻊ ﺍﻟﺸﻬﻭﺮ ﻮﻷﻦ ﺮﻤﺿﺎﻦ ﺑﻤﻧﺯﻟﺔ ﺍﻟﻌﺑﺎﺪﺓ ﺍﻟﻭﺍﺤﺓ

وا الله اعلم

Bacaan Niatnya adalah sebagi berikut:


Nawaitu shauma sahri ramadhana Kullihi Lillahi ta’ala.

Artinya : Sengaja aku berpuasa sebulan pada bulan Ramadan tahun ini kerana Allah Taala.

Demikian Bacaan Niat Puasa Ramadhan Sebulan Penuh dan Artinya ini saya informasikan. Semoga penjelasanya bisa di mengerti dan bermanfaat untuk anda.
Continue Reading...

Pengertian Rukun Iman

Pengertian Rukun Iman

Pengertian istilah Iman

Iman secara bahasa berarti tashdiq (membenarkan). Sedangkan secara istilah syar’i, iman adalah "Keyakinan dalam hati, Perkataan di lisan, amalan dengan anggota badan, bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan maksiat". Para ulama salaf menjadikan amal termasuk unsur keimanan. Oleh sebab itu iman bisa bertambah dan berkurang, sebagaimana amal juga bertambah dan berkurang". Ini adalah definisi menurut Imam Malik, Imam Syafi’i, Imam Ahmad, Al Auza’i, Ishaq bin Rahawaih, madzhab Zhahiriyah dan segenap ulama selainnya.

Dengan demikian definisi iman memiliki 5 karakter: keyakinan hati, perkataan lisan, dan amal perbuatan, bisa bertambah dan bisa berkurang.
“Agar bertambah keimanan mereka di atas keimanan mereka yang sudah ada.”
—QS. Al Fath [48] : 4
Imam Syafi’i berkata, “Iman itu meliputi perkataan dan perbuatan. Dia bisa bertambah dan bisa berkurang. Bertambah dengan sebab ketaatan dan berkurang dengan sebab kemaksiatan.” Imam Ahmad berkata, “Iman bisa bertambah dan bisa berkurang. Ia bertambah dengan melakukan amal, dan ia berkurang dengan sebab meninggalkan amal.”[2]Imam Bukhari mengatakan, “Aku telah bertemu dengan lebih dari seribu orang ulama dari berbagai penjuru negeri, aku tidak pernah melihat mereka berselisih bahwasanya iman adalah perkataan dan perbuatan, bisa bertambah dan berkurang.

Rukun Iman

  • Iman kepada Allah
Seseorang tidak dikatakan beriman kepada Allah hingga dia mengimani 4 hal: Mengimani adanya Allah. Mengimani rububiah Allah, bahwa tidak ada yang mencipta, menguasai, dan mengatur alam semesta kecuali Allah. Mengimani uluhiah Allah, bahwa tidak ada sembahan yang berhak disembah selain Allah dan mengingkari semua sembahan selain Allah Ta’ala. Mengimani semua nama dan sifat Allah (al-Asma'ul Husna) yang Allah telah tetapkan untuk diri-Nya dan yang nabi-Nya tetapkan untuk Allah, serta menjauhi sikap menghilangkan makna, memalingkan makna, mempertanyakan, dan menyerupakanNya.
  • Iman kepada para malaikat Allah
Mengimani adanya, setiap amalan dan tugas yang diberikan Allah kepada mereka.
  • Iman kepada kitab-kitab Allah
Mengimani bahwa seluruh kitab Allah adalah ucapan-Nya dan bukanlah ciptaanNya. karena kalam (ucapan) merupakan sifat Allah dan sifat Allah bukanlah makhluk. Muslim wajib mengimani bahwa Al-Qur`an merupakan penghapus hukum dari semua kitab suci yang turun sebelumnya.
  • Iman kepada para rasul Allah
Mengimani bahwa ada di antara laki-laki dari kalangan manusia yang Allah Ta’ala pilih sebagai perantara antara diri-Nya dengan para makhluknya. Akan tetapi mereka semua tetaplah merupakan manusia biasa yang sama sekali tidak mempunyai sifat-sifat dan hak-hak ketuhanan, karenanya menyembah para nabi dan rasul adalah kebatilan yang nyata. Wajib mengimani bahwa semua wahyu kepada nabi dan rasul itu adalah benar dan bersumber dari Allah Ta’ala. Juga wajib mengakui setiap nabi dan rasul yang kita ketahui namanya dan yang tidak kita ketahui namanya.[4]
  • Iman kepada hari akhir
Mengimani semua yang terjadi di alam barzakh (di antara dunia dan akhirat) berupa fitnah kubur (nikmat kubur atau siksa kubur). Mengimani tanda-tanda hari kiamat. Mengimani hari kebangkitan di padang mahsyar hingga berakhir di Surga atau Neraka.
  • Iman kepada qada dan qadar, yaitu takdir yang baik dan buruk
Mengimani kejadian yang baik maupun yang buruk, semua itu berasal dari Allah Ta’ala. Karena seluruh makhluk tanpa terkecuali, zat dan sifat mereka begitupula perbuatan mereka adalah ciptaan Allah.

Dasar hukum

Diantara dasar hukum yang disebut di dalam Al-Qur'an,
“Katakanlah (wahai orang-orang yang beriman): “Kami beriman kepada Allah dan kitab yang diturunkan kepada kami, dan kitab yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma’il, Ishaq, Ya’qub dan anak cucunya, dan kitab yang diberikan kepada Musa dan Isa serta kitab yang diberikan kepada nabi-nabi dari Rabb mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.”
—QS. Al-Baqarah: 136
“...dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya.”
— QS. Al-Anbiya`: 19-20
Hadits Jibril, tentang seseorang yang bertanya kepada nabi.
"“Beritahukan kepadaku tentang Iman”. Nabi menjawab, ”Iman adalah, engkau beriman kepada Allah; malaikatNya; kitab-kitabNya; para rasulNya; hari Akhir, dan beriman kepada takdir Allah yang baik dan yang buruk,” ia berkata, “Engkau benar.” ...Kemudian lelaki tersebut segera pergi. Aku pun terdiam, sehingga nabi bertanya kepadaku: “Wahai, Umar! Tahukah engkau, siapa yang bertanya tadi?” Aku menjawab, ”Allah dan rasulNya lebih mengetahui,” Dia bersabda, ”Dia adalah Jibril yang mengajarkan kalian tentang agama kalian.”"
— HR Muslim, no. 8

Cabang-cabang keimanan

Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah,
“Iman itu ada 70 atau 60-an cabang. Yang paling tinggi adalah perkataan ‘la ilaha illallah’, yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalanan, dan sifat malu (juga) merupakan bagian dari iman.”
— HR. Bukhari no. 9 dan Muslim no. 35.
Perkataan ‘Syahadat’ menunjukkan bahwa iman harus dengan ucapan di lisan. Menyingkirkan duri dari jalan menunjukkan bahwa iman harus dengan amalan anggota badan. Sedangkan sifat malu menunjukkan bahwa iman harus dengan keyakinan dalam hati, karena sifat malu itu di hati. Inilah dalil yang menunjukkan bahwa iman yang benar hanyalah jika terdapat tiga komponen di dalamnya yaitu (1) keyakinan dalam hati, (2) ucapan di lisan, dan (3) amalan dengan anggota badan. Maka tanpa adanya amalan, meskipun ada keyakinan dan ucapan, tidaklah disebut beriman.
Continue Reading...

Kisah Nabi Adam A.S

Assalamu’alaikum Wr.Wb
Alhamdulillah !! Akhirnya admin ada waktu luang juga buat posting di blog yang sederhana ini. :DBaiklah, kali ini admin akan posting kisah nabi dan rasul yang lebih tepatnya hari ini akan membahaskisah nabi adam a.s . Insya’alloh kisahnya lengkap. dan bersumber dari Al-Qur’an.!!

Kisah nabi adam a.s lengkap

kisah nabi adam a.sSebelum ke kisah nabi adam a.s saya akan sedikit membahas tentang :

Asal mula langit dan bumi

Sebelum Nabi Adam diciptakan . Allah SWT menciptkan langti, bumi dan segala isinya : gunung, laut, tumbuhan, hewan, dan matahari sebagai sumber panas dan bulan sebagai penerang malam.
Tahukah anda ? Langti dan bumi oleh Allah SWT di ciptakan dalam waktu 6 ( enam ) hari. Sedangkan 1 hari di sisi tuhan sama dengan seribu tahun menurut perhitungan manusia.

Asal Mula Malaikat

Sesudah menciptakan langit dan bumi. Maka Allah menciptakan makhluk yang bernama malaikat. Malaikat dibuat dari Nur ( cahaya ). Malaikat diciptakan sebagai makhluk yang tunduk dan patuh senantiasa berbakti kepada-Nya. Malaikat sama sekali tidak pernah durhaka kepada-Nya.
Malaikat  tidak mempunyai nafsu, tidak makan dan tidak tidur, tidak melakukan perbuatan dosa. Tidak berjenis laki-laki ataupun perempuan dan memiliki alam tersendiri yaitu alam ghaib yang tidak dapat dilihat oleh manusia.

Jin dan Iblis

Jin dan iblis diciptakan dari api yang sangat panas. Ia mempunyai jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Jin ada yang patuh dan ada juga yang ingkar. Jin yang ingkar dan membangkang perintah Tuhan disebut dengan Iblis atau setan.
Permintaan iblis untuk hidup didunia sampai hari kiamat dikabulkan Allah. Sebab dahulu iblis adalah makhluk yang pernah patuh kepada Allah SWT. Jadi perpanjangan umur bagi iblis hingga hari kiamat adalah sebagai balasan bagi kebaikannya di masa lalu.

Kisah nabi adam a.s

Nabi adam a.s adalah nabi yang pertama. Beliau manusia pertama dan beliaulah nenek moyang sekalian manusia. Beliau dijadikan oleh Tuhan dari tanah. dibentuk berupa manusia dan kemudian ditiupkan ruh kedalamnya, sehingga hiduplah ia sepertia manusia sebagaimana sekarang ini. Demikianlah diterangkan dalam Al-Qur’an sebagaimana firman Allah SWT :
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُونٍ
Artinya :
“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk.” (
QS: Al-Hijr Ayat: 26)
Seketika Nabi Adam telah dijadikan oleh Allah SWT, maka datanglah perintah kepada sekalian Malaikat, supaya sujud menghormati -Nya. Semua malaikat sujud dan menghormati Nabi adam. kecuali iblis yang sombong karena merasa dirinya lebih mulia dari Nabi adam. Sebab ia dijadikan dari api, sedang adam dijadikan oleh Allah SWT dari tanah. sebagaimana firman Allah SWT :

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
Artinya :
“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam,” maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.”
(QS:Al-baqarah : 34)
Karena iblis tidak mau sujud kepada Adam, maka Allah berfirman dalam Al-Qur’an :
قَالَ يَا إِبْلِيسُ مَا لَكَ أَلَّا تَكُونَ مَعَ السَّاجِدِينَ . قَالَ لَمْ أَكُنْ لِأَسْجُدَ لِبَشَرٍ
خَلَقْتَهُ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ
حَمَإٍ مَسْنُونٍ . قَالَ فَاخْرُجْ مِنْهَا فَإِنَّكَ رَجِيمٌ . وَإِنَّ عَلَيْكَ اللَّعْنَةَ إِلَىٰ يَوْمِ
الدِّينِ
Artinya :Allah berfirman: “Hai iblis, apa sebabnya kamu tidak (ikut sujud) bersama-sama mereka yang sujud itu?”
Iblis berkata: “Aku sekali-kali tidak akan sujud kepada manusia yang Engkau telah menciptakannya dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk”.
Allah berfirman: “Keluarlah dari surga, karena sesungguhnya kamu terkutuk. Dan sesungguhnya kutukan itu tetap menimpamu sampai hari kiamat”. ( Q.S : Al-Hijr ayat 32-35 )
Sejak itulah Iblis tidak boleh lagi tinggal di syurga, maka keluarlah Iblis dari syurga. Kemudian iblis berdaya upaya menggoda Adam, supaya ia tertipu dan terusir pula dari syurga. sejak itu adam merasa kesepian, maka Allah SWT menciptakan wanita ( HAWA ) dan Allah menitahkan kepada mereka berdua, sebagaimana firman Allah SWT :
وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ
شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ
Artinya :
“Dan Kami berfirman: “Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim.” (Q.S Al – baqarah ayat 35 ).
Continue Reading...